Jokowi Kena Semprit Kartu Merah

23 Jun 2014

Ngga menyangka persaingan dikancah sepak bola Internasional yang saat ini sedang bertanding di laga Piala Dunia mendapat kejutan hebat dimana tim-tim yang biasa langganan menjadi juara, kini harus pulang kampung. Dan didalam negeri persaingan ketat dan panas juga tengah terjadi yaitu dengan adanya Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Bahkan hingga di babak ke tiga ini, persaingan melalui sebuah perdebatan semakin seru. Tapi memang harus diakui, di babak ini dimenangkan dengan poin mutlak oleh Prabowo Subianto karena tema debat yang sudah sangat dikuasai olehnya. Sebagai pensiunan tentara, beliau sangat paham tentang Ketahanan Nasional dan Politik Internasional dibandingkan dengan Jokowi.

Ngga cuma paham, tapi Prabowo memang sudah pengalaman. Ketahanan Nasional, tentu sudah menjadi rutinitas beliau sebelumnya sebagai tentara harus menguasai strategi pertahanan demi keamanan nageri ini. Begitu pula dengan Politik Internasional yang tentu saja Prabowo sudah berpengalaman. Bersama karirnya di dunia militer, beliau juga sudah terbiasa berhubungan langsung dengan petinggi-petinggi negara lainnya.

Dan dalam debat tersebut, bagi saya Jokowi melakukan banyak pelanggaran yang diantaranya :

Pertama, jokowi tampak jelas menggurui Prabowo ketika beliau membahas tentang Ketahanan Nasional yaitu Alutsista TNI dengan menilai pembelian Main Battle Tank Leopard merupakan pemborosan dan ngga layak digunakan bangsa Indonesia karena struktur alam yang berbeda dengan timur tengah. Jokowi juga beralibi bahwa bobot tank leopard tersebut dapat merusak jalanan di dalam kota.

Akan tetapi bila kita pikir dengan logika, bahwa selama ini Indonesia setiap ingin membeli atau menambah alutsista pastinya melalui seleksi dan diskusi yang sangat serius serta pembelian tersebut juga harus efisien sesuai kebutuhan negara dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Skor 1-0.

Kedua, masih dalam tema Ketahanan Nasional. Lagi-lagi jokowi melakukan blunder ketika beliau mencoba meyakinkan bahwa Indonesia butuh alutsista yang bernama “Drone” untuk menjaga perbatasan negara Indonesia. Pernyataan jokowi sebaliknya menjadi boomerang untuk dirinya karena menurut saya beliau ngga tahu bagaimana cara mengoperasikan alat tersebut.

Maka ketika disinggung mengenai satelit sebagai alat kontrolnya, jokowi tampak emosi, lantaran seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dulu pernah memiliki satelit milik Indosat yang merupakan aset bangsa dan telah dijual oleh mantan presiden Indonesia di tahun 2002. Jokowi juga sempat salah sebut yang menyatakan bahwa Megawati adalah presiden di tahun 1998. Skor 2-0.

Ketiga, dengan tema Politik Internasional. Jokowi mendapat pertanyaan dari Prabowo mengenai sikap apa yang harus diambil oleh Indonesia terhadap permasalahan yang tengah terjadi di Laut Cina Selatan. Pelanggaran keras dilakukan oleh jokowi yang ngga mengetahui geografis negeri sendiri. Menurut saya jokowi saat itu menganggap bahwa permasalahan Laut Cina Selatan hanya sekedar permasalahan negara Cina dengan Korea ataupun Jepang sehingga beliau ngga peduli dengan masalah tersebut.

Padahal bila dilihat di peta maupun di cari dengan google, maka sebagian wilayah Indonesia berada di daerah Laut Cina Selatan dan memiliki beberapa pulau yang salah satunya pulau natuna yang berada dalam incaran negara lain untuk dikuasai. Untuk saya pribadi, jokowi berhak atas kartu merah dan wajib keluar dari lapangan persaingan saat ini karena kesalahan yang dilakukannya sangat fatal.

Fatal karena mengingat keutuhan bangsa Indonesia dan sangat rawan terjadi penjajahan kembali karena ketidak peduliaan pemerintahannya. Ngga cuma terjajah secara fisik tapi juga akan terjajah secara intelektual dari dalam ataupun dari luar negeri. skor 3-0.

Dalam kesempatan debat ke-3 ini kemenangan ada pada Prabowo dengan hatrik 3-0.

Sumber foto : Debat capres


TAGS Selamatkan Indonesia


-

Author

Follow Me