Pertanyaan Membunuh JK Dalam Debat Capres Putaran 1

11 Jun 2014

tragedi 1998

tragedi 1998

9 Juni 2014 menuju 9 Juli 2014 yaitu puncak dari pemilu presiden dan tepat malam tadi merupakan debat capres (calon presiden) dan cawapres (Calon Wakil Presiden) yang memang sudah biasa dilakukan di saat pemilu seperti ini di Indonesia.

Debat dicipta untuk mengetahui seberapa kuat langkah-langkah calon pemimpin ini mengatasi masalah yang terjadi melalui berbagai visi-misi yang mereka usung bukan sebaliknya saling menyerang menampilkan kegagahan dalam menjatuhkan lawan.

Namun dalam debat capres putaran pertama yang ditayangkan langsung di berbagai media televisi yang ditonton oleh jutaan warga Indonesia agak berbeda. Jelas sekali sangat menyerang Prabowo Subianto secara individu ketika Jusuf Kala mendapat kesempatan untuk bertanya. Sangat disayangkan ucapan yang keluar adalah mengenai Hak Asasi Manusia (HAM)

Bicara HAM sangat erat kaitannya dengan masa suram bangsa ini di tahun 1998 dimana Prabowo Subianto sebagai pangkostrad kesatuan Kopassus dan posisi beliau seringkali menjadi bahan untuk menyerang oleh lawan politiknya yang sebenarnya sudah basi.

Untuk mengusut tuntas permasalahan HAM sudah sangat benar jawaban Prabowo atas pertanyaan dari JK yang mengharuskan JK untuk bertanya langsung kepada atasan beliau saat itu. Karena saat itu Prabowo hanya melakukan tugas dari atasannya dan kewajiban dari seorang Prabowo adalah melaksanakannya sebagai bukti prajurit setia terhadap kesatuannya yang berkorban demi bangsa dan negara.

Prabowo Subianto dan Penculikan

Masih ingat tentang penculikan aktivis yang kala itu menentang kebijakan pemerintah namun lagi-lagi Prabowo hadir menjadi tumbal dari para lawan politiknya yang tidak ingin kehadiran dirinya di dalam pemerintahan yang kala itu Prabowo menjadi menantu dari orang nomor 1 di Indonesia. Mereka yang tidak senang adalah orang-orang yang ingin merebut kekuasaan untuk jadi pemimpin negeri ini dengan cara yang licik.

Kata penculikan bagi saya pribadi sangat tidak pantas dituduhkan kepada Prabowo melainkan hanya penahanan biasa yang dilakukan oleh aparat keamanan guna melindungi ancaman serius yang dapat merusak kedaulatan bangsa ini. Dalam penahanan tersebut juga hanya diberlakukan sementara hingga kondisi kondusif kembali. Sebagai bukti, kesembilan aktivis yang ditahan telah di lepaskan kembali dalam keadaan hidup dan sehat.

Namun dalam kasus penculikan ini, ada bebarapa oknum yang tidak bertanggung jawab berbuat penculikan anarkis dan membunuh para korbannya serta menuduh Prabowo atas aksi mereka. Cerita lengkapnya bisa di baca DISINI

Pelanggaran HAM memang merupakan pelanggaran terberat diseluruh negara. Tetapi sangat disayangkan masalah ini hanya menjadi misteri tak terpecahkan di Indonesia dan kini diangkat kembali melalui pertanyaan membunuh dari calon wakil presiden Jusuf Kala yang sebelumnya juga pernah menjabat menjadi wakil presiden.

Dan bodohnya JK, mengapa kasus ini tidak diusut olehnya saat beliau menjabat sebagai wakil presiden ? Justru sebaliknya Prabowo yang dihujat dan dihasut sebagai pelaku pelanggaran HAM ini pernah di angkat sebagai wakil oleh Megawati yang saat ini tengah menjadi ketua partai koalisi JK.

Yang menjadi pertanyaan besar dipikiran saya saat ini, Seandainya JK- JKW menjadi presiden, apakah mereka berani mengungkap kasus HAM yang menjadi trauma mendalam di Indonesia ini ? Beranikah mereka membuat sebuah kontrak politik atas kasus HAM di Indonesia ? Bukan sekedar janji politik tapi juga bertanggung jawab atas janjinya tapi bagaimana seorang Jkw dapat bertanggung jawab, memimpin Jakarta saja tidak bertanggung jawab !

sumber foto : tragedi 1998


TAGS Selamatkan Indonesia Pertanyaan Membunuh JK Dalam Debat Capres Putaran 1


-

Author

Follow Me