Cuma Bicara Lingkungan

19 Mar 2014

Satu hal yang masih saya ingat dari sebuah acara bicara lingkungan yang di sponsori oleh Indonesia dan blogdetik di hari minggu, 16 Maret 2014 adalah ketika salah satu bintang tamu diacara tersebut yaitu Nugie, pria yang memiliki nama asli Agustinus Gusti Nugroho mengatakan “..kita ngga usah banyak bicara soal lingkungan, tapi seharusnya kita lebih banyak beraksi terhadap lingkungan”. Inti dari ucapan dia, Jangan cuma Ngomong doang tapi tunjukin aksi lo. Memang bukan sebuah iklan rokok kebanyakan, tapi sangat menyentuh logika dan hati. Sepanjang acara kita selalu membicarakan peduli lingkungan, akan tetapi siapa yang tahu hati dan sifat seseorang yang ada di sana.

Alam semesta sesungguhnya menyediakan apa yang kita butuhkan, lalu apa yang sudah kita berikan kepada Alam semesta ini ? Sedikit manusia yang berterima kasih akan hal tersebut, banyak dari kita sebaliknya mengeksplorasi alam semesta ini tanpa memberikan timbal balik kepada Alam semesta, semisal penebangan dan pembalakan pohon secara liar (Illegal Logging), penambangan liar, buang sampah sembarangan, penggunaan air tanah berlebih.

Tentu saja segala hal yang berlebihan dari beberapa sebab memiliki dampak negatifnya seperti :

1. pemanasan global (Global Warming),
Yang berakibat pada kacaunya cuaca sehingga tidak menentunya cuaca di dunia. Pemanasan global terjadi karena rusaknya lapisan ozon di langit dan biasanya hal ini disebabkan oleh efek rumah kaca yang berlebih dan terjadinya pengerusakan alam lainnya, seperti ;

2. Penebangan Hutan secara liar (Illegal Logging).
Sudah tentu Hutan merupakan tempat tinggal asli flora dan fauna yang ada di dunia. Bila hutannya rusak tentu mereka akan terganggu habitatnya dan akan menjadi punah bila tidak segera ditanggulangi. Di beberapa daerah yang dekat dengan hutan juga sering memakan korban dari serangan hewan liar nan buas akibat hilangnya rumah tinggal mereka di hutan.

3. Penambangan Liar.
Hal ini juga berhubungan dengan penebangan hutan yang sama-sama merusak habitat flora dan fauna yang tumbuh di sekitarnya. Masalah ini dapat menyebabkan kerusakan tanah sehingga sering kali daerah yang berada di daerah ini rawan terjadi longsor.

4. Sampah
Sampah merupakan suatu masalah yang kecil namun berakibat sangat fatal, dari sebuah sampah bungkus permen saja dapat menyebabkan bencana banjir hingga merendam ratusan bangunan. Sampah hingga saat ini juga telah menjadi salah satu masalah besar di berbagai kota terutama di jakarta.

Satu langkah besar untuk menanggulangi dampak negatif itu tidak mungkin terwujud tanpa adanya langkah kecil yang kita lakukan. Ya! Langkah kecil yang sangat berarti dan sangat banyak bentuknya.

1. Bergabunglah dengan komunitas pecinta alam
Komunitas yang berkecimpung dalam lingkungan pasti mereka akan lebih banyak berbagi pengetahuan tentang lingkungan dengan banyaknya pengetahuan tentu akan lebih banyak menghargai alam semesta. Dan hal ini juga saya pernah menjalaninya sejak duduk di bangku sekolah dasar dengan bergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolah dan ketika berada di dunia kampus, kegiatan sejenis yang mengkampanyekan cinta lingkungan akan semakin intens dan rutin untuk mengadakan aksi nyata peduli lingkungan.

Namun tidak sebatas dengan hanya bergabung di sembuah komunitas lingkungan saja, ada beberapa hal kecil yang dapat kita lakukan dimanapun kita berada.

2. Tidak menebang pohon berlebihan
Pohon seyogyanya memiliki manfaat yang banyak, dia dapat memberikan oksigen yang kita butuhkan, pohon juga dapat menyerap air sehingga dapat mencegah banjir, pohon juga dapat melindungi kita dari polusi udara. Tapi menurut saya pribadi, pohon memiliki nilai jual yang besar dari segi bisnis seperti pohon yang digunakan batangnya untuk membangun rumah, kulit pohon untuk pembuatan tisu atau kertas, dan lain sebagainya.

Memang hal itu tidak dapat disalahkan oleh kita karena semua itu adalah kebutuhan kita sehari-hari, namun yang menjadi permasalahan adalah ketika Penebangan pohon itu dilakukan secara berlebih dan ilegal. Dibeberapa tempat yang baru-baru ini terjadi adalah penebangan pohon serta pembakaran hutan demi membuka lahan untuk di tanamkan tumbuhan industri seperti kelapa sawit. Untuk menanggulangi hal ini maka harus dilakukan sebuah langkah reboisasi yakni penghijauan kembali, sebagai contoh bila seseorang ingin menebang sebatang pohon maka dia juga harus menggantinya dengan menanam pohon sejenis juga supaya ada pengganti penghijauan tersebut.

Begitu juga dengan mengurangi penggunaan kertas di kehidupan kita sehari-hari seperti mengurangi penggunaan kertas dalam bekerja atau sekolah / kuliah, menggunakan saputangan sebagai pengganti tisue di meja makan, dan menggunakan / membawa tas kain sendiri saat berbelanja dari pada harus menggunakan tas kertas yang didapat dari toko.

3. Tidak membuang sampah sembarangan
Hal ini memang sepele namun akan berdampak sangat efektif dalam menanggulangi masalah sampah yang ada di dunia terlebih di Indonesia. Menurut informasi yang didapat dari WWF Indonesia, saat ini di Jakarta sendiri memiliki produksi sekitar 6 ton sampah perharinya yang didapat dari seluruh warga di Jakarta.

Buanglah sampah pada tempatnya, mungkin satu solusi yang sangat baik. Di dalam kesempatan acara Bicara Lingkungan bersama WWF Indonesia dan blogdetik juga terdapat salah satu contoh baik yang dilakukan oleh pak Dian Kelana yang merupakan salah satu blogger senior yang turut hadir disana. Beliau memberikan satu teladan soal sampah yaitu ketika beliau berada di suatu tempat tapi tidak terdapat tempat sampah, ia selalu menyimpan sampah yang ia miliki untuk sementara hingga ia menemukan tempat sampah. Dan hal itu juga yang biasa saya lakukan, kecuali saat saya lupa atau khilaf.

4. Mengurangi penggunaan sampah plastik
Seperti yang kita ketahui sampah plastik termasuk dalam kategori sampah non-organik yaitu sampah yang tidak dapat terurai tanah dengan waktu yang singkat, sampah plastik memiliki masa urai 10 tahun. Oleh karena itu perlu kita lakukan beberapa aksi kepedulian yang nyata dengan mengurangi penggunaan plastik tersebut sebagai contoh membuat pemilahan pada tempat sampah sehingga terpisah antara sampah organik dengan yang non-organik, membawa tas / kantong belanja sendiri ketika berbelanja, membawa botol minum sendiri dari rumah supaya lebih hemat dan juga sehat dari pada membeli minuman berbotol plastik yang belum tentu terjamin sehat.

Selain mengurangi sampah plastik, kita juga dapat mengubah sampah plastik yang kita gunakan menjadi lebih bermanfaat dan menghasilkan sebagai contoh dengan memanfaatkannya sebagai kreasi daur ulang seperti tas, lampu, dan sebagainya.

5. Stop merokok dan hemat listrik
Sekian juta jiwa penduduk Indonesia adalah perokok pasif dan aktif, percuma bila teriak peduli lingkungan dan turut serta dalam aksi peduli lingkungan bila diri kita tidak peduli akan diri kita sendiri. Merokok bukan saja merusak kesehatan kita sendiri tapi juga asap dari rokok dapat mencemari / polusi udara lingkungan disekitar kita, bila kita sadari penyumbang polusi udara terbesar di alam semesta ini selain asap knalpot kendaraan adalah para perokok.

Langkah kecil lainnya dalam peduli lingkungan adalah dengan hemat energi listrik, mungkin hal ini banyak yang beranggapan tidak ada hubungannya dengan peduli lingkungan tapi tanpa di sadari sebenarnya panas yang dihasilkan dari energi listrik pada lampu berkaitan erat dengan polusi udara dan efek rumah kaca yang dapat merusak lapisan ozon.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi permasalahan lingkungan ini, namun tidak seharusnya hanya sekedar bicara tapi harus turut serta alias memberikan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan. Rusaknya alam semesta ini bukan di karenakan banyaknya orang-orang jahat tapi karena kurangnya orang baik yang peduli terhadap alam semesta ini.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Blogger Peduli Lingkungan yang diselenggarakan oleh WWF dan bekerjasama dengan blogdetik.


TAGS lingkungan sampah jakarta banjir jakarta


-

Author

Follow Me